Surya Sengkala

Surya Sengkala
Munggahing Godhong Sumoroting Pandulu (2010)

Sugeng Rawuh

Rabu, 20 April 2011

BUNGA WIJAYAKUSUMA

BUNGA WIJAYAKUSUMA



Wijayakusuma Keramat

Jeneng latine Pisonia Grandis var Silvestris, tanduran jenis kiye kurang dikenal masyarakat. Sing paham umume ahli botani karo paranormal, wujude mirip kol banda (Pisonia Alba) sing umum ditandur nggo tanduran hias. Bedane, godong pucuk kol banda kelire kuning cerah, sementara godong pucuk wijayakusuma tetep ijo kaya umume werna godong.
Wit wijayakusuma dhuwure sekitar 3 meter wujude mirip bonsai. Miturut ahli botani K. Heyne, wit kiye dhuwure bisa ngantek 13 meter. Nang Indonesia wit kaya kiye anane mung nang kepulauan Seribu, Karimunjawa, pulau Puteran Madura, Bali, Ambon karo nang pulau Karang Bandung pedhek pulau Nusakambangan. Nang Bali diarani dag-dag see angger nang Ambon diarani sayur putih pulu. Sing bisa kembang (mekar) mung wijayakusuma Pisonia kiye, yakuwe sing nang pulau Karang Bandung Nusakambangan, Karimunjawa karo Bali, ning arang pisan.
Wijayakusuma duwe kembang majemuk, tangkai kembange nyembul metu. Siji tangkai kuwe bisa duwe sekitar 10 malai, saben malai tumbuh ngantek 20 kuntum kembang, dadi setangkai Wijayakusuma kuwe bisa ana atusan kembang. Diameter kembang kiye cilik pisan, mung sekitar 2 - 4 milimeter pas dong agi mekar, dawane 5 nganti 6 milimeter, wujude kaya terompet, kelir utawa warna kelopake ijo, mahkotane putih, benangsarine putih mandan kuning.
Kembang kiye duwe aroma sing harum pisan, mekare awan, angger mekar mung bisa tahan sedina, bar kuwe layu terus garing. Setangkai kembang kiye angger mekar ora bareng ning bertahap, ana sing bisa dadi woh (antara 1 - 2).



Wijayakusuma Keramat

Bahasa Latinnya Pisonia Grandis var Silvestris, jenis tanaman kaya ini kada tapi dikenal masyarakat. yang paham umumnya ahli botani dengan paranormal, wujudnya mirip kol belanda (Pisonia Alba) yang biasa ditanam gasan tanaman hias. Bedanya, daun pucuk kol Belanda warnanya kuning cerah, sementara daun pucuk wijayakusuma tetap hijau kaya warna daun biasanya.
pohon wijayakusuma bawahnya sekitar 3 meter wujudnya mirip bonsai. Ujar ahli botani K. Heyne, wit kiye bawahnyatu bisa beganal 13 meter. Amun di Indonesia Pohon nangkaya ini adanya di kepulauan Seribu, Karimunjawa, pulau Puteran Madura, Bali, Ambon dengan yang pulau Karang Bandung parak pulau Nusakambangan. Nang Bali dingranii dag-dag see angger amun di Ambon dingarani sayur putih pulu. yang bisa kembang (mekar)  wijayakusuma Pisonia nangkaya apa,
Wijayakusuma merupakan kembang majemuk, tangkai kembangnya takaluar. Sebiji tangkai kembang bisa beisi sekitar 10 kembang, bisa jua tumbuh bekumpul 20 kuntum kembang, jadi setangkai Wijayakusuma bisa ada ratusan kembang. Diameter kembang halus banar, mun sekitar 2 – 4 milimeter pasnya lagi mekar,  wujudnya kaya terompet, kelir atawa warna kelopaknya hijau, mahkotannya putih, benangsarinya putih lawan kuning.
Kembang nangini aromanya harum banar, mekarnya sudah handak kadap hari, amunnya mekar paling bisa tahan semalam haja, kembangnya layu terus karing. Setangkai kembang bisa mekar kada besamaan inya bertahap, ada yang bisa jadi woh (antara 1 – 2).



Wijayakusuma Keramat

Nama latinnya Pisonia Grandis var Silvestris, tanaman ini kurang dikenal oleh mayarakat luas. Yang paham umumnya ahli botani sama paranormal, bentuknya mirip kol banda (Pisonia Alba) yang biasa di tanam untuk tanaman hias. Bedanya, daun pucuk kol banda warnanya kuning cerah, sementara daun pucuk wijayakusuma tetap hijau seperti daun pada umumnya.
Tanaman wijayakusuma tingginga sekitar 3 meter bentuknya mirip bonsai. Menurut ahli K. Heyne, tanaman ini tingginya bisa mencapai 13 meter. Di Indonesia adanya di Kepulauan Seribu, Karimunjawa, pulau Puteran Madura, Bali, Ambon dan di Pulau Karang Bandung dekat pulau Nusakambangan. Di Bali dinamakan dag-dag see, di Ambon dinamakan sayur putih pulu. Yang bisa berbunga (mekar) cuma wijayakusuma Pisonia ini, yaitu yang ada pulau Karang Bandung Nusakambangan, Karimunjawa dan Bali, tapi jarang sekali.
Wijayakusuma punya bunga majemuk, tangkai bunganya merekah keluar. Satu tangkai bisa punya sekitar 10 malai, tiap malai tumbuh sampai 20 kuntum bunga, jadi satu tangkai Wijayakusuma itu bisa ratusan bunga. Diameter bunga sangat keci, cuma sekitar 2-4 milimeter, kalu sedang mekar , panjangnya sampai 5 nganti 6 milimeter, bentuknya mirip terompet , warna kelopak bunga hijau, mahkota putih, benang sari putih kekuningan.
Bunga Wijayakusuma beraroma harum, mekar pada siang hari, dan bisa bertahan satu hari, setelah itu layu terus kering. Setangkai bunga kalau mekar tidak berbarengan tetapi bertahap, ada yang bisa menjadi biji (antara 1 - 2).


Pisonia grandis; 麻疯桐; 痲瘋桐; Má fēng tóng


Tanaman langka berdaun lebar dan hijau ini konon menurut riwayatnya oleh Raja-Raja Jawa memuliakan bunga tanaman ini , sering dikaitkan dengan mitos sebagaimana arti nama bunga itu sendiri " Kembang Cangkok Wijaya Kusuma" Berasal dari Karang Bandung (Majethi) sebuah pulau kecil berada di Timur Laut pulau Nusa Kambangan.



Pokok Mengkudu Siam atau Pisonia grandis adalah spesies pokok yang taburannya sepanjang kawasan berbatu karang di Lautan Hindi dan Lautan Pasifik. Spesies ini sering kali menguasai tumbuhan batu karang, tumbuh dalam semak tebal sehingga setinggi 20 meter. Kayu Pisonia agak lembuh dan lembik dan reput dengan cepat apabila pokok tumbang.
Pokok ini mempunyai daun nipis lebar, kulit batang yang licin dan mempunyai bunga hjau harum yang matang menjadi biji benih melekit berduri. Penyebaran berlaku apabila biji benih melekat pada bulu pelepah burung. Pembiakan kerap berlaku akibat dahan yang jatuh mengeluarkan akar atau akar pelekat membentuk pokok baru. Hutan Pisonia merupakan kawasan bersarang biasa bagi burung laut.






 
Pisonia grandis
麻疯桐; 痲瘋桐; Má fēng tóng
Scientific classification
Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Eudicots
(unranked): Core eudicots
Order: Caryophyllales
Family: Nyctaginaceae
Genus: Pisonia
Species: P. grandis
Binomial name
Pisonia grandis
R.Br.
Synonyms
Pisonia viscosa Balf.f.













แสงจันทร์; S̄ængcạnthr̒; Moonlight; Sinar Bulan
Pisonia grandis R. Br.
วงศ์  NYCTAGINACEAE

Pisonia grandis R. Br.

Spesies :
Pisonia grandis R. Br.
Nama Inggris :
Cabbage tree, lettuce tree, Moluccan cabbage (En, `Alba`).
Nama Indonesia :
Wijaya kusuma
Nama Lokal :
wijaya kusuma (Jawa), kol bandang (Jawa), kol bandang (Sunda), dagdag see (Bali), sayur putih pulu (Maluku)
Deskripsi :
Pohon dengan percabangan tidak beraturan, ranting coklat muda, beralur pada saat kering. Daun berhadapan, menjorong, lonjong atau membulat telur,. Perbungaan di terminal, bunga berkelamin dua, berbentuk corong dengan barisan kelenjar berwarna hitam. Pisonia grandis kultivar Alba yang berdaun hijau-kuning dan kadang-kadang tumbuh liar, dibudidayakan di Bali dan Jawa di sekitar rumah dan sebagai pagar. Jenis ini jarang berbunga di Bali dan pulau-pulau sekitarnya.
Distribusi/Penyebaran :
Dari pulau-pulau di Lautan India, pantai India dan Sri Lanka sampai pulau-pulau di Laut Cina Selatan, sampai Asia Tenggara namun tidak dijumpai di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Jenis ini dijumpai tumbuh di beberapa pulau di pantai Australian Utara, dan lebih jauh ke Mikronesia dan Polinesia.Wijaya kusuma banyak ditanam di Jawa sebagai tanaman hias terutama kultivar alba. Jenis aslinya hanya ada di P. Nusakambangan yang juga sudah tidak dapat dijumpai lagi.
Habitat :
Pisonia grandis ditemui di daerah-daerah kering atau semi kering yang terbuka, sepanjang pantai yang berpasir atau berbatu, atau pada tanah kapur, dari permukaan laut sampai pada ketinggian 1200 m, dominan pada atol dan pulau-pulau kecil lainnya.
Perbanyakan :
Perbanyakan kultivar alba biasanya dilakukan dengan stek batang karena jarang ditemukan bijinya.
Manfaat tumbuhan :
Di Indonesia, daun dari kultivar `Alba` dapat dipakai obat bila dihancurkan atau dipanaskan dan dibubuhkan pada tempat yang bengkak atau bisul/borok yang terbuka, mata ikan, kapalan. Di Rotuma, daunnya dipakai untuk disentri. Daun muda dari `Alba` merupakan sayuran yang popular, kaya akan calcium.
Sinonim :
Pisonia alba Span. (1841), Pisonia sylvestris Teijsm. & Binnend. (1852), Ceodes grandis (R.Br.) D.Q. Lu (1996).
Sumber Prosea :
12(2): Medicinal and poisonous plants 2 p.435 (author(s): van Valkenburg, J.L.C.H. and Bunyapraphatsara, N.)
Kategori :
Tumbuhan pantai


Pisonia grandis R. Brown
抗风桐Kàng fēng tóng

Description from Flora of China
Ceodes grandis (R. Brown) D. Q. Lu.

Trees to 14(-30) m; trunk 30-50(-70) cm in diam. Bark white-gray, with conspicuous furrows and large leaf-scars; puberulous to nearly glabrous, lenticels conspicuous; branches unarmed. Petiole 1-8 cm; leaf blade elliptic, oblong, or ovate, (7-)10-20(-30) × (4-)8-15(-20) cm, papery or membranous, puberulous or glabrescent, lateral veins 8-10 pairs, base rounded or slightly cordate, mostly oblique, margin entire, apex acute to acuminate. Cymes terminal, 1-4 × 3-5 cm; peduncle ca. 1.5 cm, with light brown hairs. Flowers bisexual. Pedicel 1-1.5 mm, apex with 2-4 oblong bracteoles. Perianth tube funnelform, ca. 4 mm, 5-lobed, with 5 rows of black glands. Stamens 6-10, exserted. Stigma fimbriate, included. Fruit clavate, ca. 1.2 cm × 2.5 mm, 5-ribbed, with sessile glands, without persistent perianth, rib with a row of viscid prickles, hairy between the ribs. Seed 9-10 × 1.5-2 mm. Fl. summer, fr. late summer-autumn.

In the Xisha Qundao (part of the South China Sea Islands archipelago), Pisonia grandis is a dominant tree in the forests, often forming pure stands.
Forests. Hainan (Xisha Qundao), E Taiwan [India, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka; NE Australia, Madagascar, Maldives, Pacific Islands].




Pisonia grandis; 麻疯桐; 痲瘋桐; Má fēng tóng


Pisonia grandis; 麻疯桐; 痲瘋桐; Má fēng tóng 

title SAIPAN UPLAND MITIGATION BANK title

Marpi1

Location: MARPI 1

MARPI 1 was located on a relatively flat limestone area at 190 m elevation with few non-native trees species.  There was evidence of small Japanese bunkers at two locations along the transect site.  There were a number of large Pisonia grandis trees (100 cm dbh) within the transect which is impressive because the tree must be less than 60 years old.  This site had 12 native species richness and high biomass, largely due to Pisonia grandis.  The conservation status of this forest is excellent.





Pisonia grandis R. Brown, Prodr. 1: 422. 1810.
抗风桐 kang feng tong



Ceodes grandis (R. Brown) D. Q. Lu.
Trees to 14(-30) m; trunk 30-50(-70) cm in diam. Bark white-gray, with conspicuous furrows and large leaf-scars; puberulous to nearly glabrous, lenticels conspicuous; branches unarmed. Petiole 1-8 cm; leaf blade elliptic, oblong, or ovate, (7-)10-20(-30) × (4-)8-15(-20) cm, papery or membranous, puberulous or glabrescent, lateral veins 8-10 pairs, base rounded or slightly cordate, mostly oblique, margin entire, apex acute to acuminate. Cymes terminal, 1-4 × 3-5 cm; peduncle ca. 1.5 cm, with light brown hairs. Flowers bisexual. Pedicel 1-1.5 mm, apex with 2-4 oblong bracteoles. Perianth tube funnelform, ca. 4 mm, 5-lobed, with 5 rows of black glands. Stamens 6-10, exserted. Stigma fimbriate, included. Fruit clavate, ca. 1.2 cm × 2.5 mm, 5-ribbed, with sessile glands, without persistent perianth, rib with a row of viscid prickles, hairy between the ribs. Seed 9-10 × 1.5-2 mm. Fl. summer, fr. late summer-autumn.



Forests. Hainan (Xisha Qundao), E Taiwan [India, Indonesia, Malaysia, Sri Lanka; NE Australia, Madagascar, Maldives, Pacific Islands].
In the Xisha Qundao (part of the South China Sea Islands archipelago), Pisonia grandis is a dominant tree in the forests, often forming pure stands.







Pisonia grandis; 麻疯桐; 痲瘋桐; Má fēng tóng


サラダノキ Pisonia grandis
サラダノキ(トゲミウドノキ)
Pisonia grandis
Syn. P. alba, P. sylvestris, P. morindaefolia
英名:Lettuce Tree, Cabbage Tree

マレーシア地域から太平洋諸島に分布する常緑の高木。鮮やかな黄緑色の葉は、濃い緑の多い熱帯ではよく目立つ。葉はレタスのような味がして、野菜として利用される。また家畜の飼料にもされる。

Tall evergreen Malaysian region distribution from Pacific Ocean islands. Bright yellow-green leaves are dark green in the tropics often prominent. The leaves of the lettuce to taste like, is used as a vegetable. And livestock feed are also.
1988年 ココス諸島




RAJA DWARAWATI, Prabu Kresna
Wayang Purwa. Wayang = bayangan = gambaran (gambaran manusia oleh manusia)





http://lh4.ggpht.com/_0YKfp952sNc/SLqjwAatNfI/AAAAAAAAEcQ/-WlT8TyhVpE/IMG_0049.JPG

Wijaya Kusuma Bloem (Heilige Kroningsbloem; Bunga Mahkota Suci)

Beroemd geworden in de Javaanse legenden is de Wijaya Kusuma-bloem die voor elke buitenlander, en vooral voor de Europeanen, een hele lange tijd omhuld bleef in een geheimzinnige waas.
Membuat terkenal di legenda Jawa, bunga Wijaya Kusuma untuk setiap orang asing, dan terutama orang Eropa, waktu yang sangat lama masih diselimuti kabut misterius.
Ondanks de geheimzinnigheid omtrent de Bunga Wijaya Kusuma (de Wijåyå Kusumå of de Heilige Kroningsbloem) is deze bijzondere plant redelijk goed onderzocht door plantkundigen die daardoor de Wijaya Kusuma konden plaatsen in de wetenschap van de hortus botanicus of botanische tuin. Het betreft de Pisonia Sylvestris die tot de Bougainville soort hoort. Het is de lievelingsbloem van Nyai Loro Kidul, waardoor de Soesoehoenan van Surakarta deze bloem verlangt op de dag dat hij gekroond wordt tot vorst van Surakarta.
Meskipun kerahasiaan tentang Bunga Wijaya Kusuma (dari Wijaya Kusuma Bunga dari Coronation Kudus) tanaman ini khusus ini cukup baik dieksplorasi oleh ahli botani Wijaya Kusuma sehingga dapat menempatkan dalam ilmu taman botani atau kebun raya. Ini menyangkut spesies Pisonia sylvestris milik Bougainville milik. Ini adalah bunga favorit Nyai Loro Kidul, yang membutuhkan Susuhunan Surakarta ini bunga pada hari itu ia dinobatkan pangeran dari Surakarta.

Talrijke edelen moeten zich daarvoor vanuit Cilacap begeven naar twee kleine rotseilandjes bij het bloemeneiland Nusa Kambangan in de Indische Oceaan. Op de top van de twee rotseilandjes (Bandong Lelaki en Bandong Perempuan) groeit de heestersoort die de Wijaya Kusuma bloem schenkt. De kolkende zeegolven die constant te pletter slaan rond de uit fijne kristallen koraalkalk bestaande rotseilandjes zal het de bloem-plukkers enorm moeilijk maken. Vandaar dat de Javaanse naam Wijaya Kusuma met recht aan deze bloem werd gegeven (wi = beschaafd, jaya = moedig, kusuma = bloem of van hoge komaf ).
Banyak bangsawan untuk memindahkan mereka dari Cilacap ke dua pulau kecil berbatu di Nusa Kambangan bunga-bunga di Samudera Hindia. Di bagian atas dua pulau batu (Bandung Lelaki dan Bandung Perempuan) tumbuh spesies semak yang menyumbangkan bunga Wijaya Kusuma. Gelombang laut yang terus bergolak menghancurkan sekitar kristal halus dari pulau-pulau batu kapur karang, bunga yang ada-pemetik sangat sulit. Oleh karena itu, nama Jawa Wijaya Kusuma dengan keadilan untuk bunga ini diberikan (wi = beradab, jaya = berani = Kusuma bunga atau kelahiran tinggi).

Wanneer de Sunan een droom zou verkrijgen over deze bloem, was het de tijd om de bloem te gaan zoeken en te plukken. Van de bladeren wordt een soort rujak (groentengerecht) gemaakt, en de verwachte zoon zou dan worden zoals de betekenis van de Wijaya Kusuma en wel beschaafd, edel, moedig en van hoge komaf. Dat de bloemplukkers niet zomaar zo'n steil uit de roerige zeemassa stijgend eilandje konden beklimmen wordt in legendarische overleveringen in herinnering gehouden. Vandaar dat de bloemenpluk uitgevoerd wordt met een zo kalm mogelijke zee en rustig weer. Nyai Loro Kidul zou anders vertoornd worden ondanks alle rituele ceremoniën.
Ketika mimpi Sunan akan memperoleh bunga ini, sudah saatnya bunga itu untuk melihat dan memilih. Daun dari spesies rujak (hidangan sayur) dibuat, dan anak akan diharapkan sebagai pentingnya Wijaya Kusuma dan beradab, mulia, berani dan kelahiran yang tinggi. Bahwa pemetik bunga bukan hanya tentang naik tajam dari pulau zeemassa bermasalah bisa memanjat adalah tradisi legendaris diingat. Oleh karena itu, memilih bunga dilakukan dengan laut yang tenang dan damai dan cuaca tenang. Nyai Loro Kidul sebaliknya akan marah meskipun semua upacara ritual.



Lukisan Nyai Rara Kidul, Ratu Laut Selatan, karya Basuki Abdullah. Lukisan ini dipajang di kamar 308 yang dipersembahkan untuknya, di Samudra Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.
ooooooooooooooooooooooo

Ruang khusus di hotel

Pemilik hotel yang berada di pantai selatan Jawa dan Bali menyediakan ruang khusus bagi Sang Ratu. Yang terkenal adalah Kamar 327 dan 2401 di Hotel Grand Bali Beach. Kamar 327 adalah satu-satunya kamar yang tidak terbakar pada peristiwa kebakaran besar Januari 1993. Setelah pemugaran, Kamar 327 dan 2401 selalu dipelihara, diberi hiasan ruangan dengan warna hijau, diberi suguhan setiap hari, namun tidak untuk dihuni dan khusus dipersembahkan bagi Ratu Kidul.
Hal yang sama juga dilakukan di Hotel Samudra Beach di Pelabuhan Ratu. Kamar 308 direservasi khusus bagi Ratu Kidul. Di dalam ruangan ini terpajang beberapa lukisan Kanjeng Ratu Kidul karya pelukis Basoeki Abdullah.
Hotel Queen of The South di dekat Parangtritis mereservasi Kamar 33 bagi Sang Kanjeng Ratu.


ooooooooooooooooooooooo

Samudra Beach Hotel

The Samudra Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, West-Java, keeps room 308 furnished with green colours & reserved for Nyai Loro Kidul. The first president of Indonesia, Sukarno, was involved with the exact location and the idea for the Samudra Beach Hotel. In front of the room 308 there is the Ketapang tree where Sukarno got his spiritual inspiration. The painting of Nyai Rara Kidul by Basuki Abdullah, a famous Indonesian painter, is displayed in this room.

 
ooooooooooooooooooooooo

Nyi Roro Kidul kuwe mitos penduduk Cilacap, Jawa Tengah lan liya-liya penduduk pesisir laut selatan, kanggo jenenge ratu penguasa pesisir laut selatan sing kalebu pantai Cilacap. Saben wulan Suro ana sakelompok masarakat sing gawe pesta jenenge sedekah laut, kanggo ngewehi sesaji men hasil laute melimpah akeh. Jare mitos wong sing arep teka nang pantai Teluk Penyu ora enthuk nganggo klambi sing warnane ijo gadung/pupus. Tapi akeh wong nganggep nek budaya kuwe ora sesuai karo budaya Islam, sing mbanjurake aja nggawe persembahan marang wong, wit, lan kabeh sing dianggep gaib.



WIJÅYÅ KESUMÅ

Hier iets over de Wijåyå Kusumå, de Heilige Bloem,
speciaal gewijd aan de Javaanse Zuidzee-Godin!
Pelajari sesuatu tentang Wijaya Kusuma, Bunga Kudus,
didedikasikan untuk Dewi Laut Selatan Jawa!


Twee wel heel bijzondere eilandjes liggen ten Zuiden van de Zuid-Javaanse havenstad Cilacap. Deze zijn geroemd om een zeldzaam-groeiende bloem die daar voorkomt, de Bloem Der Overwinning! Het ene eilandje Poelo Bandoong Lelaki wordt "mannelijk" beschouwd en het andere Poelo Bandoong Perempoean heet "vrouwelijk" te zijn. De Javanen noemen deze Pisonia Sylvestris (de Latijnse naam ervoor) de Wijåyå Kusumå, met de betekenis wi = beschaafd, jåyå = moedig/fortuinlijk/heldhaftig en kusumå = nobel/edel/weelderig/illustere geboorte (de å spreekt men uit als een kort o als in toch).

Dua pulau yang sangat khusus terletak di selatan pelabuhan Cilacap selatan Jawa. Mereka terkenal karena bunga yang langka-tumbuh sebagai lagu, bunga Kemenangan! Satu pulau Poelo Bandoeng Lelaki dianggap "maskulin" dan sebagai Poelo lain Bandoeng Perempoean dianggap "feminin". Panggilan Jawa ini Pisonia sylvestris (nama Latin untuk itu) Wijaya Kusuma, signifikansi wi = beradab, Jaya = pemberani / beruntung / = Kusuma heroik dan mulia / berharga / subur / kelahiran terkenal (å berbicara seperti o singkat sebagai cara apapun).

Wijåyå Kusumå dibaca wijoyo kusumo



De Verboden Wereldbloem in de Zuiderzee
Bunga Dunia yang Terlarang di Laut Selatan

Lange gelee, in onheuglijke tijden, toen het wezen van de mens nog wist dat deze onsterfelijk was, bestond er een edele bloem van een bovennatuurlijke schoonheid. Geen ziel ter wereld dacht er ook maar één moment aan haar te krenken, zo hoog gold de bewondering en eerbied...
Long jelly di masa purbakala, ketika esensi dari manusia masih tahu bahwa itu adalah abadi, ada bunga mulia kecantikan supranatural. Tidak ada jiwa di dunia pemikiran untuk satu saat menyinggung, jadi tinggi adalah kekaguman dan rasa hormat ..

Haar naam luidde Sêkar Bijå, Bloem Van Kennis
Namanya Sekar Bija, Bunga Pengetahuan

Toen de mensdom het materiële lichaam verkreeg, geraakte de kennis van de bloem in het duister.
Men wilde haar bezitten en slechts edele moed en durf was nodig om de zeldzame bloem te plukken. Ze werd beschouwd als heilig.
De mannelijke Oppergodheid Brahma had beslist, dat het zaad van de heilige plant in het hart van de mens geplaatst zou worden. Tegelijkertijd kreeg deze een vonk van de "goddelijke wijsheid" mee in het hoofd. Hiermee begon de wens naar onsterfelijkheid bij de mens...
Ketika manusia memperoleh tubuh material, kehilangan pengetahuan tentang bunga dalam gelap.
Mereka ingin keberanian dan hanya mulia dan berani untuk membawa bunga langka. Dia dianggap sebagai suci.
Maha laki-laki Dewa Brahma telah memutuskan bahwa benih tanaman suci di hati manusia akan ditempatkan. Pada saat yang sama itu adalah percikan kebijaksanaan ilahi "di sepanjang utama. Jadi mulai keinginan untuk keabadian pada manusia ...

Indien iemand het zaad van de heilige plant tot bloei zou weten te brengen, zou onsterfelijkheid verkregen worden. De jacht op de bloesem was geopend. Alleen de hoogsten, van hoge komaf dus, werd het vergund aan de jacht deel te nemen, zo gevaarlijk was de zoektocht naar naar deze bijzondere bloesem...
Daarom plaatste Dewa Wishnoe door zijn incarnatie in Betara Kresna één der zaden van deze hemelsheid op Poelo Mêdjêti aan de Zuidkust van Java. Hij wierp vanwege het verraad van de Hemel aan de Hemel-Godin een stuk uit de Hemel in de Zuideroceaan die spontaan twee kleine rotseilandjes opwierp...
Jika seseorang bibit tanaman suci untuk mekar akan tahu membawa keabadian bisa didapatkan. Perburuan untuk bunga terbuka. Hanya tertinggi kelahiran tinggi, oleh karena itu, diizinkan untuk berpartisipasi dalam berburu, sehingga berbahaya adalah mencari bunga-bunga ini khusus ...
Oleh karena itu menempatkan Dewa Wishnoe inkarnasi di sebuah Betara Kresna benih dari alam di surga Poelo Mêdjêti (Pulau Majethi) di pantai selatan Jawa. Dia melemparkan untuk pengkhianatan Surga dalam lembaran satu Sky-dewi Surga di Samudra Selatan bahwa dua pulau berbatu kecil secara spontan mengangkat ...

Sri Kresna kreeg de taak deze twee dorre, kale monumentjes in de zee te vormen tot enige vruchtbaarheid. Hij plantte het ene zaad, verkregen van Dewa Wishnoe, op de naakte schedels van de rotseilandjes en zie... hun wortels begonnen over grote afstand te kruipen, hechtten zich in de spleten van de eilandjes en de heesterboom Soerjå-Djåjå was geboren...
De beide rotseilandjes in de baai van Karang Bandong werden bekend als de twee samengekoppelde schuitjes in de woeste golvenzee en heetten Poelo Djoenkoeng Bandoengan of Poelo Bandong (de EIlandjes van Bandoeng). Deze werden aangeraakt door Dewa Shiwa in zijn liefdesspel. Hierdoor scheidden zij zich in hun sexe, in een mannelijk en een vrouwelijk eiland...
Sri Kresna ditugaskan kedua tandus, monumen tandus di laut dalam beberapa kesuburan. Dia menanam satu biji yang diperoleh dari Dewa Wishnoe, tengkorak pulau batu telanjang dan melihat ... akar mereka mulai merayap jarak jauh, melekat diri di celah-celah pulau-pulau dan semak-pohon Soerja-Djaja lahir ...
Pulau-pulau batu dua di Teluk Karang Bandong dikenal sebagai dua kapal diikat bersama dalam golvenzee Poelo liar dan disebut Djoenkoeng Bandoengan atau Poelo Bandong (di kepulauan Bandung). Mereka tersentuh oleh Dewa Siwa dalam bercinta-nya. Hal ini memisahkan mereka dalam hubungan seks mereka dalam laki-laki dan perempuan sebuah pulau ...

Het zuidelijkgelegen eilandje Poelo Bandong Lelaki (het "mannetje") distantieerde zich van het meer noordelijkgelegen eilandje Poelo Bandong Perempoean (het "vrouwtje") door de van oorsprong tweeslachtige bloem functioneel mannelijk te maken. De heesterboom op het andere eilandje, door haar veel hogere ligging (wel 100 m. hoger!) ontoereikbaar, bevatte de functioneel vrouwelijke bloemen...
De bijzondere Soerjå-Djåjå met haar hoogte van wel 13 m. riep al vanaf het begin van haar bestaan bewondering en verbazing op bij de bewonders van Java en zou zich onderscheiden van alle andere bomen en struikenheesters van haar familie. Door haar uitzonderlijke ligging en manier van overleven verkreeg de heesterboom haar heilig aanzien. Haar edele blanke bloesems werden begeerd als djimahat, een talisman, of eenmaal "in bezit" als poesaka, een heilig erfstuk. Ze werden beschouwd als de "alles overtreffende bloem",. de "bloem der overwinning, even zeldzaam als bijzonder,...
Een schenking, verworven door de bovennatuurlijke mystieke Godin Der Zuidzee...
Selatan Pulau Poelo Bandong Lelaki (yang "laki-laki") menjauhkan diri dari pulau Poelo lebih utara Bandong Perempoean (yang "perempuan") oleh asal fungsional bunga jantan hibrida pembuatan. Pohon semak di pulau lain, dengan elevasi lebih tinggi (100 meter atau lebih tinggi!) Kegagalan untuk mencapai mountable, berisi bunga fungsional betina ...
The khusus Soerja-Djaja dengan ketinggian 13 meter atau disebut sejak awal keberadaannya kekaguman dan ketakjuban pada penduduk Jawa dan akan berbeda dari manapun, semak lain pohon dan semak keluarganya. Karena lokasi yang luar biasa dan cara hidup yang diperoleh suci menghormati pohon semak itu. Bunga nya putih berharga itu sangat berharga djimahat, jimat, atau pernah "dimiliki" sebagai poesaka, sebuah pusaka suci. Mereka dianggap sebagai "bunga transenden". bunga "kemenangan, seperti jarang sebagai khususnya ...
Hadiah, diakuisisi oleh Dewi mistis supranatural Dari Laut Selatan ...


***
Een heesterachtige boom op deze rots-eilandjes doet één keer in de zoveel tijd bloemen groeien, die alom verbazing en bewondering hebben opgeroepen. Juist die uitzonderlijke ligging in de Indische Oceaan en de manier van overleven gaf de heesterboom haar heilig aanzien, en de edele blanke bloesems werden begeerd als jimat, ofwel talisman. Verkreeg de Susuhunan of Sultan een droom, waarin deze bloem werd getoond, dan werden de ceremonieën en rituelen voorbereid om de bloem te gaan halen ...Eenmaal in bezit werd zo'n pusuaka, of erfstuk, beschouwd als de "alles overtreffende bloem". De beeldschone maagdelijke Prinses Rårå Woedoe wordt in de overlevering over de heilige bloem als "Eigenares" betiteld, daar Zij de onsterfelijkheidsbloem der overwinning weet te bemachtigen in een zeer mystiek ritueel. Dit betreft de schoonheid van de vrouw, waar de man voor zwicht. Doch een diepere zin is de "innerlijke" zuiverheid, thans beschermd door de bovennatuurlijke mystieke GUSTI KANJENG RATU KIDUL
Sebuah pohon semak di pulau berbatu adalah sesekali bunga tumbuh, secara luas disebut heran dan kagum. Justru lokasi ini luar biasa di Samudra Hindia dan cara hidup memberikan pohon suci nya prestise belukar, dan bunga-bunga putih mulia yang sangat berharga jimat atau jimat. Susuhunan memperoleh Sultan atau mimpi di mana bunga ini ditampilkan, maka upacara dan ritual dipersiapkan untuk pergi mendapatkan bunga-bunga ... Begitu dalam kepemilikan menjadi pusuaka tersebut, atau pusaka, dianggap sebagai "bunga transenden" . Perawan cantik Putri Rara Woedoe dalam tradisi bunga suci sebagai "Pemilik" berjudul, karena dia adalah bunga keabadian mampu memperoleh kemenangan dalam ritual sangat mistik. Ini menyangkut keindahan wanita, dimana produktivitas manusia. Tapi rasa yang lebih dalam, "batin" kemurnian, sekarang dilindungi oleh mistik supranatural Gusti Kanjeng Ratu Kidul.








Pisonia grandis R.Br. , (Pisonia sylvestris, (Pisonia alba Spand.) (van het bos) die kan 20m groot worden. Het is een kromme en zeer lage en onregelmatig vertakte, dikke boom.
Het blad wordt door mens en dier gegeten.

Gebruik.
Het gebruik van de bloemen is lang door een sluier van geheimzinnigheid omgeven geweest als zijnde de widjaja koesoema van de Javanen. De plant groeit op een eenzame rots die zich boven de zee verheft.
Het was eertijds een gewoonte die alleen aan de vorsten van het keizerrijk Mataram en aan de keizer Soesoehoman van Soerakarta voorbehouden was om de bloem van deze boom te plukken. De vorst sierde zich eens in zijn leven met deze bloem en dat was op de dag van zijn kroning. Bij deze gelegenheid werd hem de bloem op een zilveren schotel aangeboden.
De Javaanse vorsten lieten bloemen halen van Noesa Kambangan bij het bestijgen van de troon en bij zwangerschap van de vorstin die ze in de vorm van roedjak nuttigt, opdat, wanneer zij een zoon baart die zal worden als de naam van de bloem aangeeft, wi: beschaafd, djaja: moedig en gelukkig, koesoema: van hoge staat. De gewone lezing is dat de djaja koesoema of bloem der overwinning aan een nieuw opgetreden vorst met veel statie aangeboden wordt. Of liever werd, het zenden van een gezantschap om bloemen te halen is in onbruik geraakt als het teken van een voorspoedige regering.
Wat er verder mee gebeurde is nooit geheel opgehelderd. De vorst begaf zich, na de bloemen te hebben aangenomen, daarmee geheel alleen naar een vertrek, waarschijnlijk deed hij er niets mee en bewaarde het bij zijn andere relikwieën.
Beroemd geworden in de Javaanse legenden is de Wijaya Kusuma-bloem die voor elke buitenlander, en vooral voor de Europeanen, een hele lange tijd omhuld bleef in een geheimzinnige waas. Ondanks de geheimzinnigheid omtrent de Bunga Wijaya Kusuma (de Wijåyå Kusumå of de Heilige Kroningsbloem) is deze bijzondere plant redelijk goed onderzocht door plantkundigen die daardoor de Wijaya Kusuma konden plaatsen in de wetenschap van de hortus botanicus of botanische tuin. Het betreft Pisonia sylvestris. Het is de lievelingsbloem van Nyai Loro Kidul, waardoor de Soesoehoenan van Surakarta deze bloem verlangt op de dag dat hij gekroond wordt tot vorst van Surakarta. Talrijke edelen moeten zich daarvoor vanuit Cilacap begeven naar twee kleine rotseilandjes bij het bloemeneiland Nusa Kambangan in de Indische Oceaan. Op de top van de twee rotseilandjes (Bandong Lelaki en Bandong Perempuan) groeit de heestersoort die de Wijaya Kusuma bloem schenkt. De kolkende zeegolven die constant te pletter slaan rond de uit fijne kristallen koraalkalk bestaande rotseilandjes zal het de bloem-plukkers enorm moeilijk maken. Vandaar dat de Javaanse naam Wijajaya Kusuma met recht aan deze bloem werd gegeven (wi = beschaafd, jaya = moedig, kusuma = bloem of van hoge komaf ).
Wanneer de Sunan een droom zou verkrijgen over deze bloem, was het de tijd om de bloem te gaan zoeken en te plukken. Van de bladeren wordt een soort rujak (groentegerecht) gemaakt, en de verwachte zoon zou dan worden zoals de betekenis van de Wijaya Kusuma en wel beschaafd, edel, moedig en van hoge komaf. Dat de bloemplukkers niet zomaar zo'n steil uit de roerige zeemassa stijgend eilandje konden beklimmen wordt in legendarische overleveringen in herinnering gehouden. Vandaar dat de bloemenpluk uitgevoerd wordt met een zo kalm mogelijke zee en rustig weer. Nyai Loro Kidul zou anders vertoornd worden ondanks alle rituele ceremoniën.

De bloem van de overwinning is de bloem van koesoema, Pisonia sylvestris. Wie de bloem bij zich draagt overwint en is onkwetsbaar.








Informasi spesies


Sayor Putih
Pisonia sylvestris T.& B
Nama umum
Indonesia:
Sayor putih

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Hamamelidae
                         Ordo: Caryophyllales
                             Famili: Nyctaginaceae
                                 Genus: Pisonia
                                     Spesies: Pisonia sylvestris T.& B

Kerabat Dekat
Kol Banda

Pisonia sylvestris



Pisonia sylvestris

 

PSM V86 D412 Pisonia tree fakarava atoll paunotus groups.jpg



 Pisonia sylvestris

http://www.phylodiversity.net/borneo/delta/Itemscan/pisonia.gif




Pisonia grandis


http://delta-intkey.com/angio/images/nycta506.gif


Pisonia grandis


Plate: 641
Pisonia grandis (Nyctaginaceae)
(オシロイバナ科)
¥90,000

 Pisonia grandis


There are several fascinating things about this Island, but for me the most fascinating was the Pisonia Grandis. Now there are several types of foliage here such as casuarinas, pandanus, argusia and scaevola. But it was interesting to learn that the Pisonia Grandis has the ability to regenerate itself from fallen trunks and limbs.

Pisonia grandis - Birdlime Tree, Pisonia, Lady Musgrave Island

Family : Nyctaginaceae
Cooper (2004) P.375 states that Pisonia grandis trees can grow to -"up to 30 metres" in rainforest and Littoral Rainforest from Cape York to Lady Elliot Island, (off Bundaberg, just to the south of Lady Musgrave Island) generally growing only on the calcareous soils of coral cays and islands.
Pisonia grandis is almost exclusively the only canopy tree on Lady Musgrave Island and the trees I saw here on Lady Musgrave were around 12 metres tall, less than half their maximum height of 30 metres.
Pisonia grandis forms dense stands and covers large areas of Lady Musgrave Island, effectively shading out all but a few species. It forms an almost impenetrable barrier behind the dunes effectively protecting the land surface from salt winds. Pisonia grandis thrives on the heavily calcified land surface but is a brittle species and limbs can easily break off, and, when they do, they will often sprout roots and a new plant will spring up.
All vegetation suffered greatly on Lady Musgrave as a result of mining of phosphate-guano deposits, but this ceased by 1890 when it became un-commercial to mine. Another serious threat to the islands vegetation occurred when goats were introduced in the late 18th Century but since their removal in 1974 Pisonia trees have recovered and spread across the island.
They are not without predators today however as they are seriously affected by scale insects (Pulvinaria urbicola) which can devastate Pisonia populations, as has happened on Tryon Island to the north of the Capricorn-Bunker Group.Scale insects attack by extending a feeding tube into the leaf to extract the sap and eventually this can kill the leaf and ultimately,the tree.
Ants have a symbiotic relationship with the scale,both protecting them from predation and also moving them to new trees.
Visitors to these cays are urged discourage ants feeding on food scraps as devastation of the Pisonia forest is potentially possible should serious a scale infestation take hold.
The Capricorn- Bunker Group supports 70% of the Pisonia grandis population in Queensland but almost half of that is on North West Island alone.







Grand Devil's-claw (Pisonia grandis)



The grand devil’s-claw is typically found on small tropical islands and its distribution is associated with sea bird colonies. It can grow as tall as 98 ft (30 m), the trunk can be up to 6 ft (2 m) in diameter, and it is often the dominant tree in coastal forests that are undisturbed by humans. The trees provide nesting and roosting sites for many species of seabirds, whose guano is an important fertilizer on isolated islands. The branches break easily, and can root in the ground.

Bird-killing tree

The seeds of grand devil’s-claw are produced in clusters of 50–200 and exude a resin that makes them extremely sticky. They attach to the feathers of sea birds and may subsequently be flown to remote islands. This is an effective means of dispersal, but the seeds are so sticky that small birds often become completely entangled and die.

http://na.oceana.org/en/explore/creatures/grand-devil8217s-claw



Grand Devil’s-Claws (Pisonia Grandis)

Pisonia Grandis, or more commonly know as Grand Devil’s-Claws, is a tree shrub of the genus Pisonia. It’s duration is perennial which means it will grow year after year. Pisonia Grandis or Grand Devil’s-Claws‘s floral region is Hawaii, specifically in the state of Hawaii.

http://www.sagebud.com/grand-devils-claws-pisonia-grandis/

  • Grand Devil’s-Claws (Pisonia Grandis)
  • Grand Devil’s-Claws (Pisonia Grandis)
  • Grand Devil’s-Claws (Pisonia Grandis)
  • Grand Devil’s-Claws (Pisonia Grandis)
  • Grand Devil’s-Claws (Pisonia Grandis)
  • Grand Devil’s-Claws (Pisonia Grandis)
  • Grand Devil’s-Claws (Pisonia Grandis)
  • Grand Devil’s-Claws (Pisonia Grandis)
  • Grand Devil’s-Claws (Pisonia Grandis)
 


Pisonia
Total: 3 records

Taxon Id Name Volume
200007010 Pisonia aculeata 腺果藤(刺藤) Taiwan/Dicots
242338472 Pisonia grandis 無刺藤 Taiwan/Dicots
242338473 Pisonia umbellifera 皮孫木 Taiwan/Dicots



 http://www.efloras.org/florataxon.aspx?flora_id=101&taxon_id=125604

Pisonia aculeata     腺果藤(刺藤); 腺果藤(刺藤); Xiàn guǒ téng (cì téng)
Pisonia grandis     无刺藤; 無刺藤; Wú cì téng
Pisonia umbellifera    皮孙木; 皮孫木; Pí sūn mù



Pisonia grandis R. Br., Prod. Fl. Nov. Holt. 1:422. 1810. J.F. Stemmerik, l.c. 464.

An unarmed evergreen tree, up to 12 m tall. Young shoots and inflorescence pubescent. Anthocarp clavate, 5-Tibbed, the angles with only 1 row of prickles.
Fl. Per. Feb.-March.

Distribution: The Malay Islands and the coastal forests of the Andamans. Cultivars (Pisonia alba Span.) are found in Pakistan, India and Sri Lanka.

The ‘lettuce tree or the Molluccan cabbage tree’ is sometimes grown in gardens. Though uncommon, it is reportedly cultivated at the Gandhi Gardens, Karachi. The older leaves ate lettuce-green and the younger yellowish or white; said to be eaten by natives in Bali.


Specimen List




Plant Names Index




Category:Pisonia grandis

Familia
Nyctaginaceae
Species
Pisonia grandis R.Br.




Pisonia grandis
[Lettuce Tree, Moonlight Tree]

Scientific name: Pisonia grandis [Family: Nyctaginaceae]
Synonym: P. grandis 'Alba'
Common name: Lettuce Tree, Moonlight Tree
Chinese name: 抗风桐 (Kàng fēng tóng), 莴昔树 (Wō xí shù)
Location: Singapore


Artikel Terkait:
BUNGA WIJAYAKUSUMA
CANGKOK WIJAYAKUSUMA
SEKAR WIJAYAKUSUMA
TANAMAN HIAS WIJAYAKUSUMA



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar